Publisher Ysbryd Games dan developer brlka resmi mengumumkan bahwa LOVE ETERNAL, game side-scrolling horror platformer, akan meluncur pada 19 Februari 2026. Game ini akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series, PlayStation 4, Xbox One, Nintendo Switch, serta PC via Steam, dengan harga $9.99.
LOVE ETERNAL juga akan mendukung berbagai bahasa, termasuk Inggris, Simplified Chinese, Korea, Brazilian Portuguese, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Rusia, menjadikannya rilis global yang dapat diakses oleh banyak pemain.
Horor Psikologis yang Tidak Nyaman, Tapi Sulit Dijelaskan
Designer brlka, Toby Alden, menjelaskan bahwa LOVE ETERNAL dirancang untuk mengeksplorasi sisi horor psikologis yang lebih halus.
Menurutnya, setiap adegan dan lingkungan dalam game dibangun untuk menghadirkan rasa tidak nyaman yang jelas terasa, tetapi sulit dijelaskan secara konkret. Efek ini, kata Alden, sudah dirasakan oleh para pemain yang mencoba game tersebut sejauh ini, dan menjadi kekuatan utama LOVE ETERNAL sebagai pengalaman horor yang unik.
Terjebak di Dunia Dewa yang Egois
LOVE ETERNAL mengisahkan Maya, seorang remaja yang awalnya menjalani makan malam keluarga yang terasa biasa, meski penuh frustrasi. Dalam sekejap, situasi berubah menjadi mimpi buruk. Meja makan kosong, rumah hancur, dan Maya terseret ke dimensi alternatif yang gelap dan mengerikan, wilayah kekuasaan seorang dewa yang kejam dan egois.
Pemain harus membantu Maya melarikan diri dari benteng raksasa yang membusuk, penuh lorong bergema, jebakan mematikan, dan struktur yang terus runtuh, sembari berhadapan dengan entitas ilahi yang menculiknya.
Platforming Presisi dengan Manipulasi Gravitasi
Gameplay LOVE ETERNAL berfokus pada platforming presisi dengan sentuhan mekanik unik. Pemain harus:
- Berlari dan melompat melewati ruang-ruang kastil yang menyerupai labirin.
- Mengatur lintasan lompatan dengan cermat agar Maya dapat menghancurkan batu melayang.
- Memanfaatkan kemampuan membalik gravitasi di udara, yang menjadi kunci untuk menjaga momentum dan bertahan hidup.
Berbagai rintangan mematikan menanti, mulai dari duri tajam, laser bergerak, hingga jebakan lingkungan yang menuntut ketepatan dan konsentrasi tinggi.
Dunia Liminal yang Penuh Teror
LOVE ETERNAL menampilkan dunia dengan nuansa liminal space, menghadirkan lanskap kuno dan sepi yang dipenuhi patung raksasa serta bangunan membusuk, diterangi sorotan cahaya yang menyilaukan. Setiap biome memiliki karakteristik tersendiri, dari gua lembap yang meneteskan air, hingga gua bawah air yang sunyi dan menekan.
Sepanjang perjalanan, Maya akan bertemu korban lain yang juga diculik sang dewa, serta menghadapi visi mengerikan dari orang-orang terdekatnya, yang kini berubah menjadi makhluk menyeramkan.
Trailer terbaru LOVE ETERNAL telah dirilis dan memberikan gambaran kuat mengenai atmosfer mencekam, desain level, serta pendekatan horor psikologis yang ditawarkan game ini.

