Di tengah perayaan 20 tahun Yakuza Like a Dragon, Sega melakukan sesuatu yang mungkin terdengar absurd, namun justru sangat relevan dengan lanskap budaya pop hari ini. Dalam pameran bertajuk Weddings, Funerals, and Events Exhibition di Tokyo, penggemar diberi kesempatan untuk menjalani pernikahan simbolis dengan karakter fiksi. Termasuk Kazuma Kiryu, sosok yang selama dua dekade dikenal sebagai protagonis keras, sunyi, dan menjauh dari romansa.
Sekilas, konsep ini mudah dianggap sebagai gimmick pemasaran. Namun respons publik menunjukkan hal sebaliknya. Foto seorang penggemar yang “menikah” dengan Kiryu menyebar luas dan memicu diskusi lintas komunitas, bukan hanya soal Yakuza, tetapi juga tentang bagaimana relasi antara penggemar dan karakter fiksi terus berevolusi.
![Template Ukuran Feature Image Website Gamewave 01 [Recovered]](https://gamewave.id/wp-content/uploads/2025/12/Template-Ukuran-Feature-Image-Website-Gamewave-01-Recovered-01-1-1024x576.jpg)
Kazuma Kiryu bukan karakter biasa. Ia dibangun sebagai figur kehormatan, pengorbanan, dan kesepian. Ketika Sega membuka ruang bagi penggemar untuk “menikahinya”, ada batas naratif yang sengaja dilonggarkan. Kiryu tidak lagi sepenuhnya milik cerita, melainkan menjadi milik pengalaman personal para penggemarnya.
Langkah ini mencerminkan perubahan cara industri hiburan memandang fandom. Karakter tidak lagi berhenti di layar, melainkan hidup dalam interaksi, ritual, dan partisipasi langsung. Pernikahan simbolis, sertifikat acara, hingga amplop uang khas Jepang menunjukkan upaya Sega menghadirkan pengalaman emosional yang terasa nyata, meski sepenuhnya bersifat fiksi.
Menariknya, pameran ini juga menghadirkan simulasi perceraian dan pemakaman. Pilihan ini terasa ironis sekaligus jujur. Yakuza sejak awal memang tidak pernah menjual kisah bahagia semata. Seri ini berbicara tentang kehilangan, pilihan hidup, dan konsekuensi. Dengan membawa tema-tema tersebut ke ruang pameran, Sega seolah mengajak penggemar mengalami seluruh spektrum emosi yang selama ini hanya mereka saksikan lewat layar.
Kehadiran Takaya Kuroda, pengisi suara Kazuma Kiryu, memperkuat dimensi emosional tersebut. Suara yang selama 20 tahun menjadi identitas Kiryu kini hadir langsung, berdampingan dengan representasi karakter yang telah melampaui statusnya sebagai tokoh game. Pada titik ini, Kiryu bukan hanya karakter, melainkan simbol perjalanan panjang sebuah waralaba dan komunitas yang tumbuh bersamanya.
Di saat industri game terus berlomba pada teknologi dan skala produksi, perayaan 20 tahun Yakuza Like a Dragon justru menunjukkan hal lain. Kekuatan sebuah seri tidak hanya terletak pada grafis atau mekanik permainan, tetapi pada ikatan emosional yang terbangun antara cerita, karakter, dan penggemarnya.
Ketika seorang penggemar bisa berdiri di altar dan menikah dengan Kazuma Kiryu, yang dirayakan bukanlah pernikahan itu sendiri. Yang dirayakan adalah dua dekade keterikatan, kesetiaan, dan hubungan unik antara fiksi dan realitas yang semakin sulit dipisahkan.
Tokyo, Jepang. Sega merayakan ulang tahun ke-20 seri Yakuza Like a Dragon dengan cara yang tak biasa dan benar-benar on brand. Dalam sebuah pameran spesial bertajuk Weddings, Funerals, and Events Exhibition, para penggemar diberi kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer dunia Yakuza, bahkan hingga menikah dengan karakter ikoniknya, termasuk sang legenda yang dikenal hidup selibat, Kazuma Kiryu.
Pameran ini digelar di Tokyo dan menghadirkan pengalaman imersif yang memungkinkan pengunjung berinteraksi dengan dunia Like a Dragon secara lebih personal. Salah satu daya tarik paling viral adalah sesi pernikahan simulasi yang secara resmi diselenggarakan oleh Sega.
Menikahi Naga dari Dojima
Dalam sesi ini, siapa pun dapat mengenakan busana pengantin dan menikah secara simbolis dengan karakter utama favorit mereka. Tidak hanya Kazuma Kiryu, karakter populer lain seperti Daigo Dojima hingga Tianyou Zhao juga tersedia sebagai pasangan pernikahan virtual.
Salah satu penggemar bahkan membagikan foto-foto pernikahannya dengan Kazuma Kiryu di media sosial dan langsung menarik perhatian komunitas global. Melihat Kiryu, karakter yang selama 20 tahun dikenal menjauhi hubungan romantis, akhirnya menikah tentu menjadi momen ikonik tersendiri bagi para penggemar.
Lengkap Seperti Pernikahan Sungguhan
Sega tidak main-main dalam menyajikan pengalaman ini. Para peserta pernikahan simulasi menerima amplop uang khas pernikahan Jepang dengan branding Yakuza Like a Dragon, lengkap dengan sertifikat pernikahan versi resmi event.
Menariknya, pameran ini juga menyediakan sesi perceraian simulasi serta upacara pemakaman. Konsep ini selaras dengan tema kehidupan keras, tragis, dan penuh drama yang selama ini menjadi identitas seri Yakuza.
Kehadiran Takaya Kuroda, Suara Legendaris Kiryu
![Template Ukuran Feature Image Website Gamewave 01 [Recovered]](https://gamewave.id/wp-content/uploads/2025/12/Template-Ukuran-Feature-Image-Website-Gamewave-01-Recovered-01-1024x576.jpg)
Acara ini semakin spesial dengan kehadiran Takaya Kuroda, pengisi suara Kazuma Kiryu. Kuroda bertemu langsung dengan para penggemar, menirukan gaya perkelahian jalanan khas Yakuza, serta berpose berdampingan dengan representasi karakter Kiryu.
Ia juga ikut dalam sesi perayaan dengan berbagi minuman untuk merayakan dua dekade perjalanan salah satu franchise game Jepang paling berpengaruh.
Masa Depan Like a Dragon
Sebagai penutup, Sega mengonfirmasi bahwa Yakuza Kiwami 3 and Dark Ties saat ini tengah dikembangkan. Game tersebut dijadwalkan rilis secara global pada 12 Februari 2025 dan akan tersedia untuk PC melalui Steam, Xbox Series X|S, PlayStation 5, serta Switch 2.
Dengan perayaan yang begitu unik, mulai dari pernikahan hingga pemakaman, ulang tahun ke-20 Yakuza Like a Dragon kembali membuktikan bahwa franchise ini bukan sekadar game, melainkan fenomena budaya yang tumbuh bersama para penggemarnya.

