Semesta fiksi ilmiah dan space opera lokal, Jagad Raya, dipastikan menjadi salah satu kekayaan intelektual (IP) yang tampil di ajang Jakarta Futura Connectiva 2026. Forum bisnis untuk industri animasi, komik, dan game (ACG) tersebut diselenggarakan pada 3-4 Oktober 2026 di JIEXPO Kemayoran, bertepatan dengan gelaran Indonesia Comic Con ke-10.


Diisiasi oleh Asosiasi Komik Indonesia (AKSI) serta didukung oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Jakarta Futura Connectiva menjadi ruang pertemuan strategis antara kreator IP lokal dengan calon investor, penerbit, dan delegasi industri, baik dari dalam maupun luar negeri.
Ekspansi Ekosistem: Dari Lembar Komik Hingga Permainan Meja
Jagad Raya mengawali kiprahnya lewat komik independen yang telah mencatatkan penjualan lebih dari 500 eksemplar melalui empat judul buku. Karya ini secara konsisten mencatatkan status sold out di berbagai gelaran pop kultur besar, seperti Comifuro (edisi 20 hingga 22), Indonesia Comic Con, dan Arcane Alley.
Tidak berhenti pada medium cetak, Studio Jagad Raya yang didirikan oleh Shani Budi Pandita, Anggaditya Putra, dan Akhmad Fadly kini mengembangkan ekosistem naratifnya ke berbagai bentuk produk kreatif:


- Tabletop Role-Playing Game (TTRPG): Mengusung mekanik permainan peran ala Dungeons & Dragons, mock-up TTRPG Jagad Raya kini telah disiapkan. Dalam permainan ini, para pemain memegang peran sebagai bounty hunter dengan misi khusus mencuri “Susu Pok-Ame” di Planet Tamalate. Kehadiran TTRPG ini memberikan kesempatan bagi para penggemar untuk berinteraksi langsung dan mengarahkan jalan cerita di dalam semesta Jagad Raya.
- Lini Parfum Pancarona: Bekerja sama dengan produsen lokal Serenoir_id, Jagad Raya merilis wewangian tematik. Varian “Planet Tamalate” menerjemahkan atmosfer planet latar petualangan karakter Tarub dan Kancil. Varian “Susu Pok-Ame” mengusung wewangian unik benda yang diperebutkan kedua tokoh tersebut. Lini ketiga yang terinspirasi dari karakter Malin, Sang Perompak Antariksa, saat ini sedang dalam tahap pengembangan.
- Light Novel dan Lini Merchandise: Selain gantungan kunci, stiker, dan art print yang hadir secara berkala di tiap pameran, Jagad Raya merencanakan penerbitan light novel yang akan berjalan seiring dengan cerita utama.
Akar Tradisi Sastra dalam Balutan Space Opera
Proyek utama Jagad Raya berakar pada epos Bugis-Makassar, La Galigo, yang telah diakui oleh UNESCO, dipadukan dengan berbagai elemen cerita rakyat Nusantara.
Co-Creator Jagad Raya, Shani Budi Pandita, menjelaskan bahwa struktur narasi La Galigo sejatinya sudah memiliki elemen fiksi ilmiah sejak lahir, seperti konsep entitas penghuni langit yang turun ke bumi hingga tema perjalanan antar-dunia. Menurutnya, potensi narasi yang besar tersebut memerlukan multi-medium agar dapat dijangkau oleh spektrum audiens yang lebih luas, baik melalui komik, wewangian, maupun interaksi dadu di atas meja permainan.
Delegasi industri atau calon mitra yang tertarik untuk menjajaki kemitraan dan kolaborasi bisnis bersama Jagad Raya selama Jakarta Futura Connectiva 2026 dapat mendaftarkan diri melalui tautan resmi bit.ly/futura26.
Bagaimana pendapat kamu mengenai adaptasi cerita rakyat La Galigo menjadi game TTRPG dan komik sci-fi ini? Apakah kamu tertarik menjajal permainan TTRPG-nya di Jakarta Futura Connectiva 2026?

