Cygames mengumumkan pendirian Cygames AI Studio, sebuah perusahaan anak yang difokuskan pada riset, pengembangan, serta penyediaan akses teknologi kecerdasan buatan yang aman dan efisien bagi para kreator game. Pengumuman ini disampaikan pada Jumat, menandai langkah strategis Cygames dalam memperkuat pemanfaatan AI di industri game.
Cygames AI Studio didirikan pada Desember 2025 dan berkantor di Shibuya, Tokyo. Perusahaan ini dipimpin oleh Eitoshi Ashihara sebagai CEO, dengan Masaru Kanai dan Shuichi Kurabayashi menjabat sebagai Direktur, serta Ryohei Okuma sebagai Auditor. Melalui entitas baru ini, Cygames menegaskan ambisinya untuk memperlihatkan kepada industri sejauh mana kreativitas manusia dapat berkembang dengan dukungan teknologi AI.
Fokus AI untuk Kreator Game
Tujuan utama Cygames AI Studio adalah membantu kreator game memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, tanpa mengorbankan orisinalitas, keamanan data, maupun kepatuhan terhadap hukum hak cipta. AI diposisikan sebagai alat pendukung proses kreatif, bukan pengganti kreativitas manusia. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Cygames yang selama ini menekankan kualitas artistik dan nilai produksi tinggi dalam setiap proyeknya.
Latar Belakang dan Ekosistem Cygames
Didirikan oleh perusahaan periklanan digital CyberAgent pada 2011, Cygames dikenal sebagai salah satu pengembang dan penerbit game terbesar di Jepang. Portofolio mereka mencakup judul populer seperti Uma Musume Pretty Derby, Rage of Bahamut, dan Granblue Fantasy.
Ekspansi Cygames ke ranah animasi dimulai pada Maret 2015, disusul pendirian Cygames Pictures pada April 2016. Sejumlah adaptasi anime dari IP game mereka telah diproduksi, termasuk Rage of Bahamut Genesis, Rage of Bahamut: Virgin Soul, serta Granblue Fantasy the Animation.
Pedoman Ketat Penggunaan AI
Pada April 2024, CyberAgent merilis pedoman internal terkait penggunaan AI generatif dan large language model. Pedoman ini menekankan pencegahan pelanggaran hak cipta dan menggarisbawahi bahwa hasil AI saat ini belum dapat dijadikan produk akhir tanpa proses kreatif lanjutan.
Beberapa poin penting dalam pedoman tersebut antara lain larangan memasukkan data pribadi atau rahasia ke dalam alat AI, larangan menggunakan prompt yang menyebut karya, kreator, atau tokoh terkenal, serta larangan mengunggah materi berhak cipta tanpa izin. Kreator juga diwajibkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap hasil AI untuk memastikan tidak terlalu mirip dengan karya lain, dan menjadikan output AI hanya sebagai titik awal pengembangan.
Selain itu, tim keamanan sistem dan urusan hukum CyberAgent diwajibkan melakukan inspeksi terhadap model AI yang digunakan, guna memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar etika.
Investasi Jangka Panjang CyberAgent di Bidang AI
CyberAgent sendiri telah aktif mengembangkan AI sejak mendirikan AI Lab pada 2016. Perusahaan ini merilis large language model berbasis bahasa Jepang pertama mereka pada Mei 2023. Pada Oktober 2023, CyberAgent membentuk unit bisnis Game AI Lab untuk pengembangan game, serta Animation AI Lab untuk produksi animasi. Kehadiran Cygames AI Studio memperkuat ekosistem tersebut dengan fokus spesifik pada kebutuhan kreator Cygames.
Perubahan Manajemen dan Ekspansi Global
Cygames didirikan oleh Yuito Kimura bersama Presiden Koichi Watanabe pada 2011. Kimura, yang berperan sebagai produser di berbagai proyek besar seperti Granblue Fantasy, Shadowverse, dan Princess Connect! Re:Dive, menjabat sebagai Executive Director sejak April 2019 sebelum mengundurkan diri dari jabatannya pada 30 September 2025.
Di sisi global, Cygames terus memperluas jangkauan internasionalnya. Setelah membentuk tim Global Business Development pada 2017, perusahaan ini membuka cabang di Korea Selatan dan Taiwan, disusul pendirian Cygames America di Amerika Serikat dan Cygames Europe di London pada April 2023. Cabang terbaru, Cygames Singapore, resmi dibuka pada Mei 2024.
Dengan berdirinya Cygames AI Studio, Cygames menegaskan posisinya sebagai salah satu pelopor pemanfaatan AI yang bertanggung jawab di industri game dan hiburan, sekaligus membuka babak baru kolaborasi antara teknologi canggih dan kreativitas manusia.

