Semesta fiksi ilmiah orisinal Indonesia yang berakar dari naskah epik La Galigo dan folklor Nusantara, Jagad Raya, kembali mencuri perhatian publik. Tampil sebagai salah satu pembicara dalam ajang pameran dan pasar komik Kompak, Komikus Pamer Karya di City Plaza Jatinegara, kreator Jagad Raya membocorkan berbagai konten terbaru termasuk karakter anyar yang dinanti pembaca.

Dalam sesi tersebut, kreator Jagad Raya, Shani Budi, memperkenalkan teaser halaman komik terbaru sekaligus mengungkap karakter baru yang akan memeriahkan buku selanjutnya. Salah satu kejutan terbesar yang menyita perhatian audiens adalah kehadiran kembali sosok legendaris asal Sunda, Sangkuriang, yang kini bertransformasi ke dalam balutan fiksi ilmiah.
Reinterpretasi Sangkuriang Menjadi Anjing Humanoid
Alih-alih digambarkan sepenuhnya sebagai manusia, Sangkuriang dalam semesta Jagad Raya diwujudkan dalam wujud anjing humanoid ras Tumang. Shani menjelaskan bahwa elemen unik ini diambil langsung dari akar cerita rakyat aslinya, di mana sang ayah dalam legenda tersebut dikutuk menjadi seekor anjing.
Karakter Sangkuriang dipastikan akan hadir dalam Buku 5 seri Jagad Raya. Tim kreatif saat ini tengah mengembangkan buku tersebut dengan konsep cerita kolaborasi bergaya team-up ala Avengers, merajut berbagai warisan budaya Nusantara ke dalam satu benang merah semesta cerita yang saling terhubung.
Memperluas Jangkauan Komik Lokal
Sebelumnya, Jagad Raya telah sukses merilis empat buku komik, termasuk Buku 4 (Perajut Bintang) yang laris manis dan terjual habis di ajang Comifuro 22. Kehadiran mereka di ajang Kompak Pamer Karya menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan cerita kepada pembaca baru di luar lingkaran komunitas komik, sekaligus menjaga momentum jelang peluncuran Buku 5.
Bagaimana tanggapan anda mengenai reinterpretasi Sangkuriang sebagai anjing humanoid ras Tumang dalam semesta fiksi ilmiah Jagad Raya? Bagikan pendapat dan antusiasme anda melalui kolom komentar di bawah ini!

