Sebagai pop culture enthusiast, saya terbiasa datang ke event yang ramai tapi sering kosong secara substansi. Jadiin Event di Arcanum Games, Kemang, justru memberi pengalaman sebaliknya. Skalanya tidak besar, tapi percakapannya hidup.
Jadiin terasa sebagai creator gathering dan collaboration market, tempat kreator, IP owner, dan para solver seperti ilustrator, investor, dan vendor bertemu di level yang sama. Tidak ada jarak panggung. Tidak ada kesan yang satu jual mimpi, yang lain cuma nonton.
Yang ditawarkan bukan sekadar ide, tapi proses.
IP yang Dipamerkan, Bukan Dipamer-pamerkan
Beberapa IP yang hadir seperti Petir dari Aqar Comics, Renathea Trading Card Game, In-Gai Shock strategy game, Ksatria Brachyura, dan World Without Sleep ditampilkan apa adanya. Masih berkembang dan masih dicari bentuk terbaiknya.

Sebagai gamer, saya bisa melihat langsung potensi mekanik dan worldbuilding. Sebagai pecinta pop culture, saya melihat benih karakter, visual, dan semesta yang bisa tumbuh ke berbagai medium.
Tidak ada tuntutan harus terlihat jadi. Justru diskusi paling menarik muncul dari hal-hal yang belum jadi.
Ruang Aman untuk Unjuk Proses
Yang paling terasa dari Jadiin adalah keberanian membuka dapur. Kreator datang bukan untuk bilang ini sudah siap jual, tapi ini yang sedang kami bangun.
Dari situ, obrolan berubah arah. Bukan soal validasi, tapi soal kemungkinan kolaborasi. Siapa bisa bantu apa dan siapa cocok masuk di tahap mana.
Format seperti ini jarang ditemui, padahal justru ini yang dibutuhkan ekosistem kreatif.
Kenapa Harus Sering Ada?
Arcanum Games jadi lokasi yang pas. Akrab dengan komunitas, tidak kaku, dan mendukung interaksi. Jadiin terasa seperti titik temu yang natural, bukan acara yang dipaksakan.
Sebagai bagian dari komunitas pop culture, saya berharap gathering seperti ini tidak berhenti di satu edisi. Industri kreatif kita tidak kekurangan ide atau talenta. Yang sering kurang adalah ruang untuk saling ketemu dan tumbuh bareng.
Malam itu di Kemang, ruang itu ada.

