Mengapa Official Dreamcast Magazine Tak Pernah Memiliki Edisi Final Resmi

Heres why official dreamcast magazine never got its proper final issue 1.900x

Bagi banyak penggemar Sega, Dreamcast bukan sekadar konsol terakhir yang diproduksi oleh Sega, tetapi simbol dari era kreativitas dan keberanian bereksperimen. Hal serupa juga berlaku untuk Official Dreamcast Magazine, majalah resmi berlisensi Sega di Inggris yang mendukung konsol tersebut hingga masa-masa terakhirnya. Namun menariknya, majalah ini tak pernah benar-benar mendapatkan edisi penutup yang layak.

Official Dreamcast Magazine diterbitkan oleh Dennis Publishing dan menjadi salah satu dari tiga majalah Dreamcast yang beredar di Inggris, bersama Dreamcast Magazine dan DC-UK. Sepanjang masa hidupnya, majalah ini terbit sebanyak 21 edisi, dengan edisi terakhir beredar pada Juni 2001. Bahkan pada edisi tersebut, tidak ada penanda atau pernyataan bahwa itu akan menjadi edisi final.

Padahal, edisi ke-22 sejatinya sudah direncanakan dan bahkan hampir selesai dikerjakan.

Edisi ke-22 yang Nyaris Terbit

Melalui wawancara dengan The Dreamcast Junkyard, Ed Lomas, mantan Deputy Editor Official Dreamcast Magazine, mengungkap kisah di balik edisi terakhir yang tak pernah sampai ke tangan pembaca. Saat Dennis Publishing memutuskan meluncurkan majalah baru bernama PlayNation, editor utama Warren Christmas dipindahkan, dan Lomas dipercaya memimpin pengerjaan edisi ke-22.

Menurut Lomas, sebagian besar isi majalah sudah rampung sebelum keputusan pembatalan datang. Ia bahkan menyebut edisi tersebut akan menampilkan Phantasy Star Online Version 2 sebagai cover story, lengkap dengan wawancara eksklusif bersama Yuji Naka dari Sonic Team.

Bagi Lomas, edisi tersebut merupakan karya yang sangat ia banggakan, sekaligus meninggalkan rasa kecewa karena tak pernah diterbitkan.

Demo Disc yang Jadi Penentu Nasib

Lalu apa yang membuat Official Dreamcast Magazine akhirnya dihentikan secara mendadak?

Jawabannya terletak pada satu elemen yang sangat krusial di era majalah game cetak Inggris, yaitu demo disc. Pada awal 2000-an, hampir semua majalah game format tunggal di Inggris menyertakan disc demo yang ditempel di sampul depan, berisi cuplikan game-game terbaru.

Namun seiring jadwal rilis game Dreamcast yang semakin menipis akibat keputusan Sega hengkang dari bisnis hardware, ketersediaan materi demo menjadi semakin sulit. Ketika Sega menyatakan bahwa demo disc sudah tidak memungkinkan lagi, Dennis Publishing memilih untuk menghentikan Official Dreamcast Magazine.

Ironisnya, menurut Lomas, majalah ini sebenarnya masih menghasilkan keuntungan karena biaya produksinya relatif rendah. Namun tanpa demo disc, nilai jual di mata pembaca dianggap menurun drastis. Kehilangan demo disc inilah yang disebut Lomas sebagai pukulan terakhir bagi majalah tersebut.

Akhir yang Sunyi untuk Majalah Ikonik

Keputusan penutupan disampaikan secara langsung kepada Lomas, yang diberi pilihan untuk bergabung dengan tim PlayNation atau menerima pesangon. Ia memilih opsi kedua dan meninggalkan Official Dreamcast Magazine tepat di awal musim panas, menandai berakhirnya perjalanan majalah tersebut tanpa perpisahan resmi kepada para pembacanya.

Kisah ini menjadi pengingat bagaimana perubahan industri, baik dari sisi hardware maupun media cetak, bisa mengakhiri sesuatu yang dicintai banyak orang secara tiba-tiba.

Apakah kamu pernah membaca Official Dreamcast Magazine atau mengoleksi demo disc era Dreamcast?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.