Komunitas pengembang game di Yogyakarta kembali menunjukkan konsistensinya dalam melahirkan karya kreatif melalui ajang Global Game Jam (GGJ) Yogyakarta 2026. Acara internasional yang berlangsung serentak di berbagai kota dunia ini digelar selama tiga hari, mulai 30 Januari hingga 1 Februari 2026, dan menantang peserta untuk menciptakan game dalam waktu 48 jam.
Tahun ini, GGJ Yogyakarta mencatatkan hasil yang solid dengan 14 karya game yang berhasil diselesaikan hingga akhir acara. Karya tersebut terdiri dari 9 digital game dan 5 board game, memperlihatkan keragaman pendekatan kreatif serta semakin inklusifnya ekosistem pengembangan game di Yogyakarta.
Kolaborasi Intens, Kreativitas Maksimal
Sebagai bagian dari Global Game Jam global, seluruh peserta menerima tema rahasia yang sama dan harus menerjemahkannya ke dalam bentuk permainan yang dapat dimainkan. Selama tiga hari, para kreator dari berbagai latar belakang seperti programmer, artist, game designer, audio designer, hingga penulis narasi berkolaborasi secara intens dalam satu ruang kreatif.
Ketua GGJ Yogyakarta, regnito, menegaskan bahwa nilai utama dari acara ini tidak hanya terletak pada hasil akhir berupa game.
“Global Game Jam bukan sekadar soal membuat game dalam waktu singkat. Event ini menjadi ruang berbagi ilmu, membangun networking, serta mendorong peserta untuk keluar dari zona nyaman dan mengeksplorasi ide-ide yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama, dengan diskusi konsep, prototyping cepat, hingga sesi playtest yang berlangsung hampir tanpa henti.
Board Game dan Digital Game Tumbuh Beriringan
Menariknya, kehadiran 5 board game dari total karya yang dihasilkan menjadi sorotan tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan game di Yogyakarta tidak hanya berfokus pada ranah digital, tetapi juga memberi ruang bagi permainan papan yang mengedepankan interaksi sosial, strategi, dan desain fisik.
Sementara itu, 9 digital game yang dihasilkan mengeksplorasi beragam genre dan mekanik, mulai dari permainan kasual hingga eksperimental, dengan pendekatan visual dan konsep yang berani.
Keseimbangan antara board game dan digital game ini mencerminkan ekosistem kreatif yang semakin matang dan terbuka terhadap berbagai medium permainan.
Daftar Pemenang Global Game Jam Yogyakarta 2026
Selain memamerkan karya, GGJ Yogyakarta 2026 juga memberikan apresiasi melalui sejumlah kategori penghargaan, baik untuk board game maupun digital game.
Kategori Board Game
The Best Art


Masquerade of Meridian
Board game ini menonjol melalui kekuatan visual dan desain artistik yang konsisten, menciptakan atmosfer permainan yang kuat dan mudah dikenali.
Pemain berperan sebagai roh penjaga alam yang bertugas melindungi tumbuhan dan terumbu karang pada malam hari dengan memanfaatkan topeng-topeng alami yang ada. Dalam permainan ini, pemain bersaing mengumpulkan poin dengan membentuk set dari kombinasi pohon, karang, dan batu. Ketiga elemen tersebut dikumpulkan melalui penggunaan topeng alam yang didapatkan sepanjang permainan.
Game ini mengusung mekanik drafting dan set collection, dengan keunikan utama berupa fase Day dan Night. Di setiap fase, pemain akan melakukan aksi yang berbeda, menciptakan ritme permainan yang dinamis dan penuh pertimbangan taktis. Dirancang untuk pemain yang menyukai gameplay cepat namun tetap menuntut strategi, game ini menantang pemain untuk mengambil keputusan cerdas dalam waktu singkat.
The Most Innovative & People Choice


Don’t Trush Me
Dinilai berhasil menghadirkan konsep permainan yang segar dan mekanik tidak konvensional, mendorong pemain untuk berpikir dan berinteraksi dengan cara yang berbeda.
Don’t Trust Me adalah party card game untuk 4 pemain atau lebih yang menguji intuisi, keberanian berbohong, dan kemampuan membaca pemain lain. Setiap giliran, pemain mendapatkan peran rahasia melalui Mask Coins seperti Truth, Lies, Soulmate, atau Skull yang menentukan cara mereka menjawab pertanyaan. Satu pemain bertindak sebagai Questioner dan harus menebak siapa yang berkata jujur di tengah berbagai tipu daya dan kerja sama tersembunyi. Dengan durasi singkat dan interaksi intens, pemain saling mencuri dan kehilangan Point Tokens hingga hanya yang paling cerdik yang berhasil mengumpulkan 6 poin dan memenangkan permainan.
Kategori Digital Game
The Best Art & People Choice


Wacky Molly
Menghadirkan gaya visual yang ekspresif dan penuh karakter, Wacky Molly berhasil memikat juri lewat pendekatan artistik yang berani dan playful.
Wacky Molly adalah game digital arcade cepat yang terinspirasi dari Whac-A-Mole dan menguji refleks pemain. Pemain harus memukul mol yang muncul, namun tetap waspada terhadap dua doppelganger berbahaya yang menyamar menggunakan topeng. Memukul doppelganger pertama akan mengurangi satu nyawa, sementara memukul doppelganger kedua akan langsung menyebabkan Game Over. Uniknya, kedua doppelganger ini hanya muncul saat hujan, memaksa pemain untuk lebih jeli dan cepat bereaksi. Uji refleksmu dan pukul dengan hati-hati!
Most Innovative


Warnonymous
Digital game ini diapresiasi karena ide dan mekanik permainannya yang unik, serta keberaniannya mengeksplorasi konsep yang jarang diangkat dalam game jam.
Siap Bersaing di Kancah Global
Seluruh karya yang dihasilkan selama Global Game Jam Yogyakarta 2026 nantinya dapat diakses dan dimainkan oleh publik melalui laman resmi Global Game Jam, membuka kesempatan bagi para kreator lokal untuk dikenal oleh audiens global.
Dengan total 14 game yang lahir dalam waktu terbatas, GGJ Yogyakarta tahun ini kembali menegaskan potensi besar talenta game developer lokal. Baik melalui digital game maupun board game, kreativitas yang ditampilkan menunjukkan kesiapan komunitas Yogyakarta untuk terus berkembang dan bersaing di industri game, baik nasional maupun internasional.

