Setelah 25 Tahun, Google Akhirnya Mematikan Dukungan Browser Dreamcast

800277

Ini mungkin bukan berita besar bagi mayoritas pengguna internet modern, tapi bagi komunitas retro gaming, kabar ini terasa seperti penutup sebuah era. Google resmi menghentikan dukungan akses web untuk browser PlanetWeb 3.0 di Sega Dreamcast, hampir 25 tahun sejak konsol legendaris itu pertama kali menghubungkan pemain ke internet.

Image
Sumber: Segaretro.org

Dreamcast memang sudah lama “ditinggalkan” secara resmi. Sega mematikan server-nya bertahun-tahun lalu, namun berkat dedikasi komunitas, konsol ini tetap hidup—mulai dari server privat game online, hingga kemampuan untuk berselancar di web menggunakan hardware tahun 90-an.

Kini, pintu itu perlahan tertutup.

Image
Sumber: @DCLiveNet

Akhir yang masuk akal, tapi tetap menyakitkan

Perubahan ini bukan hanya berdampak pada Dreamcast, tapi juga sejumlah platform lawas lainnya. Dan jujur saja, sulit menyalahkan Google. Dreamcast dirilis 27 tahun lalu—sebuah keajaiban teknologi di masanya, namun jelas berada jauh di luar prioritas web modern.

Meski begitu, ada nuansa emosional yang tak bisa diabaikan. Dreamcast adalah simbol masa depan yang datang terlalu cepat: modem bawaan, game online, browser web—semua hadir sebelum dunia benar-benar siap.

Masih ada harapan di dunia retro

Kabar baiknya, belum semuanya berakhir. Alternatif seperti FrogFind, mesin pencari yang dirancang khusus untuk perangkat lawas, masih bisa diakses. Dan jika sejarah Dreamcast mengajarkan sesuatu, itu adalah satu hal: komunitasnya selalu menemukan jalan.

Entah lewat solusi baru, server alternatif, atau trik yang belum terpikirkan hari ini—Dreamcast sudah terlalu sering “bangkit” untuk benar-benar mati sekarang.

Sedih? Iya. Tamat? Belum tentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.