Bagi banyak penggemar anime dan manga, Himouto! Umaru-chan selalu identik dengan tawa ringan, meme “Umaru mode chibi”, dan slice-of-life yang terasa aman untuk ditonton kapan saja. Namun di balik komedi tersebut, tersimpan kisah personal yang jauh lebih berat dan baru-baru ini diungkap langsung oleh sang kreator, Sankakuhead.
Lewat sebuah video di kanal YouTube pribadinya, Sankakuhead membagikan cerita yang selama bertahun-tahun ia simpan sendiri. Sejak awal video, ia memberi peringatan bahwa kisah ini bisa mengubah cara kita memandang Umaru-chan. Sebuah peringatan yang terasa sangat jujur, terutama bagi para penggemar lama.
Sankakuhead menjelaskan bahwa karakter Umaru sejak awal terinspirasi dari adik perempuannya sendiri. Ide tentang gadis yang tampak sempurna di luar rumah, namun berubah total menjadi pemalas di dalam rumah, bukan sekadar lelucon. Itu adalah potret keseharian yang ia kenal sangat dekat. Keduanya bahkan sering menggambar manga bersama sejak kecil, membuat Umaru terasa semakin personal.
Saat Himouto! Umaru-chan mulai diserialisasikan dan mendapat respons positif, sang adik disebut ikut bahagia karena menjadi sumber inspirasi karakter utama. Namun situasi berubah ketika manga memasuki volume 6 hingga 7, di mana adiknya didiagnosis mengidap penyakit serius dan harus menjalani perawatan jangka panjang.
Ketika seri ini mencapai volume 10, kondisi tersebut memburuk dan sang adik pun meninggal dunia.
Yang paling menyentuh bukan hanya kehilangannya, tetapi cara Sankakuhead menggambarkan perasaannya saat itu. Ia mengaku bukan langsung merasa sedih, melainkan kebingungan. Ia tahu secara logis bahwa setiap orang akan meninggal suatu hari nanti, namun tetap tidak bisa memahami mengapa itu harus terjadi pada adiknya.
Karena Umaru diciptakan berdasarkan sosok sang adik, Sankakuhead mengaku tidak sanggup melanjutkan manga tersebut untuk sementara waktu. Ia sempat mengambil jeda demi memulihkan kondisi emosionalnya, di tengah tekanan besar karena adaptasi anime musim pertama sedang tayang dan popularitas seri ini berada di puncaknya.
Selama bertahun-tahun, ia memilih untuk tidak membicarakan hal ini secara terbuka. Bukan karena ingin menyembunyikan kebenaran, tetapi karena takut cerita ini akan mengubah cara pembaca menikmati Umaru-chan sebagai komedi ringan, sesuatu yang justru ingin ia jaga.
Kini, melalui kanal YouTube pribadinya, Sankakuhead akhirnya merasa siap untuk terbuka. Ia berharap, alih-alih merusak kenangan, kisah ini justru membuat Umaru-chan terasa lebih bermakna. Bukan sekadar karakter lucu, melainkan jejak memori seseorang yang sangat ia cintai.
Bagi kami sebagai penggemar game dan anime yang juga bekerja di media, cerita ini menjadi pengingat bahwa di balik karya pop culture yang kita nikmati sehari-hari, sering kali ada cerita manusia yang sangat nyata. Mengetahui hal ini mungkin memang mengubah cara kita melihat Umaru-chan, tetapi bukan berarti menguranginya. Justru sebaliknya.

